Cara Menghitung Gaji Karyawan

Cara Menghitung Gaji Karyawan – Bagaimana cara menghitung gaji karyawan? Pegawai tidak tetap dan pegawai tetap. Apa sajakah rumus dalam merancangnya? Baca Talent Insight untuk mengetahui cara menghitung gaji karyawan ini!

Gaji adalah sebuah kewajiban penting yang harus dipenuhi atau harus dikeluarkan oleh suatu perusahaan dalam rangka hak-hak karyawannya dan memenuhi kebutuhan.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui cara menghitung gaji yang sesuai dengan kebutuhan dan hak karyawan.

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung gaji. Misalnya nilai karyawan, skala upah dan struktur, komponen gaji untuk kemampuan suatu perusahaan dalam memberikan gaji kepada karyawan.

Cara Menghitung Gaji Karyawan (Harian, Bulanan) Sesuai Depnaker

Cara-Menghitung-Gaji-Karyawan

Sebelum menetapkan gaji pokok karyawan, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan yakni:

1. Kompatibilitas dengan Skala Gaji

Perusahaan Anda harus mempunyai sebuah skala gaji sebelumnya. Ukuran upah berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk membayar gaji karyawan.

Anda dapat membandingkan gaji pokok rata-rata pada skala gaji pasar perusahaan. Apakah calon karyawan terlalu banyak bertanya dan tidak sesuai dengan kisaran gaji yang ada?

Dalam hal ini, Anda tidak perlu memaksakan nomor ini. Karena gaji pokok yang sangat tinggi melebihi kisaran upah, hal itu akan membebani keuangan perusahaan.

Selain itu, angka itu bisa mempengaruhi proporsionalitas upah dan menyebabkan hubungan kerja yang tidak sehat antar pekerja.

Anda bisa menawarkan gaji yang lebih rendah sesuai dengan gaji perusahaan dengan mengurangi kualifikasi atau persyaratan kualifikasi yang dianggap tidak perlu.

Atau tambah gaji pokok Anda dengan paket kompensasi menarik lainnya misalnya bonus, tunjangan, dan komisi.

2. Nilai Pekerjaan di Pasaran

Anda mungkin mencari posisi dengan pengalaman atau pelatihan yang sebanding di beberapa bursa kerja. Setiap perusahaan mungkin menawarkan gaji yang berbeda untuk pekerjaan yang sama, tetapi Anda dapat menarik beberapa atau rata-rata.

Selain itu, penting untuk mempertimbangkan faktor geografis yang terkait dengan lokasi, baik itu metropolitan, kecil, dan besar.

Lokasi perusahaan Anda juga memiliki pengaruh terhadap gaji pokok karyawan. Perusahaan-perusahaan Jakarta biasanya menawarkan gaji yang lebih tinggi daripada kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Misalnya, jika Anda mencari Personalia atau HRD dan menemukan bahwa gaji pokok rata-rata di pasar adalah Rp. 5.000.000.

Ternyata nilai pasar gaji Jakarta untuk profesi tersebut lebih tinggi, yaitu Rp. 8.000.000. Karena perusahaan Anda beroperasi di Jakarta, Anda dapat mengasumsikan gaji pokok sebesar Rp. 8.000.000.

3. Kontribusi untuk Perusahaan

Cara lain untuk menentukan gaji pokok Anda adalah dengan mengukur kontribusi profesi terhadap bisnis Anda. Jika pekerjaan itu benar-benar mendorong kinerja perusahaan secara keseluruhan, Anda mungkin membayar gaji yang lebih tinggi daripada profesi yang kurang berkontribusi.

Anda bisa mengukur dan melihat keterampilan individu karyawan selama masa percobaan. Sejauh mana karyawan melakukan tugas dan tanggung jawabnya.

Jika kinerja karyawan di atas rata-rata dan berpengaruh positif terhadap produktivitas perusahaan, pertimbangkan untuk menaikkan gaji pokok. Setelah gaji pegawai ditentukan, saatnya menghitung gaji sesuai dengan peraturan Kementerian Tenaga Kerja.

Gaji Pokok

Gaji Pokok merupakan balas jasa pokok yang harus dibayarkan perusahaan kepada karyawan sesuai dengan jumlah dan jenis pekerjaan yang disepakati antara para perusahaan, pihak, dan karyawan.

Dengan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, gaji pokok sekurang-kurangnya 75% dari gaji pegawai, yang sudah termasuk gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

Cara-Menghitung-Gaji-Karyawan-Gaji-Pokok

Berapa upah minimum, apakah itu sesuai dengan upah dasar? Padahal, upah pokok dan upah minimum adalah dua hal yang berbeda, akan tetapi saling berkaitan.

Dapat dibilang gaji pokok merupakan bagian dari upah minimum. Artinya upah minimum merupakan alat ukur perusahaan untuk memberikan upah yang layak kepada karyawannya.

Padahal dalam suatu gaji pokok tersebut diproporsionalkan dengan besaran yang diatur dalam peraturan pemerintah dan pedoman perusahaan.

Bisa dalam berdasarkan frekuensi, jenis pekerjaan, dan intensitas pekerjaan, atau nilai pekerjaan tersebut. Berikut ialah ulasan selengkapnya:

1. Nilai Pekerjaan

Nilai Pekerjaan tersebua merupakan adanya sebuah pengalaman kerja, pencapaian pendidikan, dan faktor geografis.

Misalnya, dalam sebuah perusahaan menawarkan gaji yang berbeda untuk gelar yang sama tetapi pengalaman yang berbeda, atau pendidikan dan pengalaman yang sama tetapi lokasi geografis yang berbeda.

2. Kontribusi

Anda bisa dengan mudah dalam menentukan gaji pokok berdasarkan nilai kontribusi pekerjaan kepada perusahaan. Jika posisi penting untuk ketahanan perusahaan Anda, gaji Anda harus dipertimbangkan.

3. Kesesuaian Skala Upah

Setiap perusahaan harus mempunyai tabel upah yang sah dan tentunya berdasarkan peraturan resmi. Skala gaji berkaitan erat dengan kemampuan perusahaan dalam membayar gaji berdasarkan posisi dan keterampilan karyawan.

Kalian harus bisa mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan gaji. Anda dapat bertukar, misalnya dalam mengurangi persyaratan kualifikasi dan kualifikasi serta menaikkan gaji pokok dengan bonus atau paket kompensasi.

Contoh Cara Menghitung Perhitungan Gaji Karyawan

Setiap pegawai yang telah memenuhi tugas dan kewajibannya terhadap perusahaan berhak atas gaji dan upah. Akuntansi penggajian karyawan juga diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Bagaimana cara menghitung gaji karyawan?

Setiap perusahaan yakni tentunya mempunyai standar yang berbeda dalam hal remunerasi karyawan, tentu saja berdasarkan kemampuan keuangan dan industri. Kalaupun bekerja di dua perusahaan yang berbeda, nilai gajinya mungkin tidak sama.

Nah, dibawah ini adalah beberapa penjelasan mengenai bagaimana cara menghitung gaji karyawan sesuai dengan rumus yang telah ditentukan, diantaranya ialah:

a. Gaji Karyawan Tetap Bulanan

Pegawai tetap merupakan pegawai dalam suatu perusahaan yang secara tetap memperoleh penghasilan tertentu berdasarkan perjanjian kontraktual antara perusahaan dengan pegawainya. Karyawan tetap harus memberikan kontribusi langsung kepada manajemen perusahaan.

Contoh:
Aini adalah seorang pegawai tetap di sebuah perusahaan manufaktur dan memperoleh penghasilan Rp. 6.000.000 setiap bulan berdasarkan kontrak. Aini belum menikah dan tidak mempunyai kekasih, jadi gaji bulanan Aini seperti ini.

Biaya kantor adalah 5% dari gaji bulanan Anda sebelum pajak. PTKP menurut kerabat, Aini belum menikah dan tidak memiliki saudara, oleh karena itu PTKP termasuk golongan TK/0 kurang lebih sekitar Rp 54.000.000.

b. Gaji Karyawan Tidak Tetap Bulanan

Pegawai tidak tetap merupakan pegawai yang bekerja menurut jumlah hari, sehingga gajinya dapat dihitung menurut jumlah harian, mingguan, atau bulan.

Contoh:
Faisal merupakan seorang pekerja lepas di sebuah perusahaan farmasi yang bekerja selama sebulan. Sesuai kesepakatan antara keduanya, gaji bulanan adalah Rp. 5.000.000. Roso belum menikah dan tidak memiliki saudara.

c. Gaji Karyawan Tidak Tetap Harian

Apabila dalam sebuah perusahaan yang mempekerjakan karyawan dengan setiap hari, peraturan dengan penghasilan kurang dari Rp 4.500.000 harus dipatuhi agar karyawan tidak dikenakan pajak penghasilan.

Menghitung dalam sebuah gaji karyawan yakni terhadap suatu perusahaan memakan begitu banyak waktu jika dilakukan secara manual. Oleh karena itu sistem penggajian hadir untuk mempermudah perhitungan gaji HRD.

Selain nyaman, payroll akan menghemat biaya gaji HRD dan mempercepat pekerjaan sehingga tidak membutuhkan banyak karyawan.

Perhitungan gaji pegawai tidak sama dengan pegawai tetap dan bukan pegawai. Selain itu, jabatan, masa kerja, dan unsur lain yang dapat mempengaruhi besar kecilnya gaji juga harus diperhatikan.

Proses dalam penggajian yakni bisa dibilang sangat membosankan bila dilakukan secara manual. Jika ada beberapa karyawan, ini bukan masalah. Namun, jika jumlah karyawan bertambah, kesulitan bisa muncul.

Dalam situasi macam itu, Anda yakni harus menggunakan program komputer seperti KaryaOne. Aplikasi HRIS berbasis web ini memiliki fungsi payroll untuk menghitung BPJS, menghitung tunjangan, menghitung gaji, hingga PPh 21.

Baca Juga :

Itulah ulasan yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Cara Menghitung Gaji Karyawan (Harian, Bulanan) Sesuai Depnaker. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat!!